Gerakan Senam SKJ

Written by

Senam merupakan aktivitas jasmani yang efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Gerakan-gerakan senam sangat sesuai untuk mengisi program pendidikan jasmani. Gerakannya merangsang perkembangan komponen kebugaran jasmani, seperti kekuatan dan daya tahan otot dari seluruh bagian tubuh. Di samping itu, senam juga berpotensi mengembangkan keterampilan gerak dasar, sebagai landasan penting bagi penguasaan keterampilan teknik suatu cabang olahraga.

1.Pengertian Senam Secara Umum

Senam yang dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai salah satu cabang olahraga, merupakan terjemahan langsung dari bahasa inggris Gymnastics, atau belanda Gymnastiek. Gymnastics sendiri dalam bahasa aslinya merupakan serapan kata dari bahasa yunani, gymnos, yang berarti telanjang. Menurut Hidayat (1995:7), kata gymnastiek tersebut dipakai untuk menunjukan kegiatan-kegiatan fisik yang memerlukan keleluasaan gerak sehingga perlu dilakukan dengan telanjang atau setengah telanjang. Hal ini bisa terjadi karena teknologi pembuatan bahan pakaian belum semaju sekarang, sehingga belum memungkinkan membuat pakaian yang bersifat lentur mengikuti gerak pemakainya.

2. Jenis Senam

Seperti juga kesulitan dalam memahami definisi dan arti senam, kesulitan lainnya timbul, manakala kita ingin membagi senam ke dalam jenis-jenisnya. Hal ini disebabkan oleh begitu banyaknya jenis kegiatan yang bisa dikategorikan ke dalam senam, seperti senam si buyung, senam wanita, senam bayi, senam pagi, senam kesegaran jasmani, senam jantung sehat, dll.

Untuk  lebih memudahkan penjenisan senam, alangkah baiknya kita ikuti pengelompokan senam yang dibuat oleh FIG (Federation Internationale de Gymnastique) yang di-indonesiakan menjadi Federasi Senam Internasional. Menurut FIG, senam dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu :

  1. Senam  artistic (artistic gymnastics)
  2. Senam ritmik (rhythmic gymnastics)
  3. Senam  akrobatik (acrobatic gymnastics)
  4. Senam aerobic (aerobic gymnastics)
  5. Senam  trampoline (trampolinning)
  6. Senam umum (general gymnastics)

Senam  artistik adalah sebagai senam yang menggabungkan aspek tumbling dan akrobatik untuk mendapatkan efek-efek artistik dari gerakan-gerakan yang dilakukan pada alat-alat.

Senam  ritmik adalah senam yang dikembangkan dari senam irama sehingga dapat dipertandingkan.

Senam  akrobatik adalah senam yang mengandalkan gerakan akrobatik dan tumbling, sehingga latihannya banyak mengandung salto dan putaran, sementara pesenamnya harus mendarat di tempat-tempat yang sulit.

Aerobics  gymnastics merupakan pengembangan dari senam aerobik. Agar pantas dipertandingkan, latihan-latihan senam aerobik yang berupa tarian atau kalestenik tertentu, digabung dengan gerakan-gerakan akrobatik yang sulit.

Senam  trampolin merupakan pengembangan dari satu bentuk latihan yang dilakukan diatas trampolin. Trampolin adalah sejenis alat pantul yang terbuat dari rajutan kain yang dipasang dari kerangka besi, berbentuk segi empat, sehingga memiliki daya pantul yang sangat besar. Pada mulanya, penggunaan trampolin ini hanya untuk membantu penguasaan keterampilan akrobatik untuk senam artistik atau untuk para peloncat indah. Namun karena gerakannya memang menarik, akhirnya dikembangkan menjadi nomor senam yang dipertandingkan.

Senam  umum adalah segala jenis senam, diluar kelima jenis senam diatas. Dengan demikian, senam-senam seperti senam aerobik, senam pagi, SKJ, senam wanita,dsb., termasuk ke dalam senam umum

3. Karakteristik Gerak Dasar Senam

Keterampilan  senam selalu dibangun di atas keterampilan dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif.

  1. Keterampilan lokomotor

            Lokomotor diartikan sebagai gerak berpindah tempat, seperti jalan, lari, lompat, berderap, jingkat, leaping, skipping, dan sliding. Dalam senam gerak-gerak diatas sangat penting digunakan bahkan ditambah beberapa gerak berpindah lain, seperti berguling, merangkak, berjalan dengan tangan, serta beberapa keterampilan tumbling seperti skip, handspring, baling-baling, atau flic-flac.

Gerak  lokomotor dalam senam terutama sangat diperlukan untuk menambah momentum horizontal, seperti berlari pada saat melakukan awalan. Gerak awalan ini diperlukan karena sebagian daya yang diperoleh dari adanya momentum ini digunakan untuk menyempurnakan gerak keterampilan senam itu sendiri. Untuk bisa memperoleh daya yang kuat, pesenam harus mengkontraksikan otot-ototnya untuk mengerahkan daya internal, yang kemudian digabungkan dengan daya eksternal yang bisa jadi dihasilkan dari alat yang dipakai, misalnya papan tolak.

Sebagian besar gerak lokomotor malahan menjadi keterampilan itu sendiri. Contohnya, gerakan-gerakan tumbling dan akrobatik, kecuali yang berpola tumpuan statis dan keseimbangan, semuanya merupakan gerak lokomotor. Oleh karena itu, semua prinsip penghasilan daya yang berlaku dalam gerak lokomotor berlaku untuk semua keterampilan senam. Dalam senam, keterampilan nonlokomotor banyak dipakai dalam gerak-gerak kalestenik, terutama yang berkaitan dengan pengembangan kelentukan. Demikian juga dengan sikap-sikap bertumpu dan keseimbangan statis, yang tidak perlu berpindah tempat. Justru dalam senam lah gerak-gerak nonlokomotor lebig banyak mendapat tempat, karena berhubungan dengan penguasaan keterampilan.

Article Categories:
info

Comments are closed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com