Mengelola Dan Menulis Blog Kedokteran Dan Kegunaannya

Written by

Blog yang telah menjadi salah satu bagian dari media yang berbasis jaringan internet saat ini memang sudah marak digunakan oleh banyak netizen. Apalagi sekarang keunggulan blog tidak hanya sekedar untuk menyebarkan informasi, namun dengan kedisiplinan dan usaha monetisasi, maka seorang blogger bisa saja mendapatkan penghasilan dari blog yang dimilikinya.Dengan manfaat ini tentu saja blog semakin menarik untuk dibuat dan dikelola. Maka dari itu tak ayal bila kemudian kita mendapati banyak blog bermunculan dengan berbagai tema dan topik. Dari data yang ada sendiri tercatat telah ada sekitar 120.000 blog baru bermunculan tiap hari atau 1,4 blog baru tiap detiknya.Beberapa aspek dan unsur yang ada pada blog kedokteran itu adalah:

1.Mengetahui Penulisan Dan Pertanggung Jawaban 

Aspek dan unsur pertama yang ada pada blog kedokteran adalah identitas penulis. Ya, identitas penulis ini memang sangat dibutuhkan dalam blog kedokteran. Sebab dengan adanya aspek ini maka kepercayaan pembaca pada blog bisa meningkat drastis.Kepercayaan dari pembaca ini bisa muncul karena mereka para pembaca ini dapat mengetahui penulis dan pertanggung jawaban artikel yang ada di balik pencatuman nama penulisnya tersebut. Anda bisa saja mencantumkan identitas penulis blog kedokteran ini di bagian bawah setiap artikel atau jika di laman ‘kontak’ atau ‘About’ jika keseluruhan artikel yang ada pada blog Anda yang menulisnya.

2. Referensi Atau Daftar Rujukan 

Referensi atau daftar rujukan sumber adalah sesuatu yang penting pada sebuah blog, terutama blog kedokteran. Dengan adanya referensi maka pembaca akan merasa yakin dan percaya pada artikel yang ada pada blog. Namun tanpa adanya daftar referensi  maka pembaca akan ragu pada artikel-artikel Anda. Anda memang bisa saja tidak menggunakan referensi jika memang artikel yang Anda buat adalah murni pendapat Anda.Namun agar lebih meyakinkan maka sebaiknya pendapat atau argumentasi pribadi ini juga dilengkapi dengan data dari referensi yang ada. Tulisan yang mengandung pernyataan ilmiah, seperti di dunia kedokteran memang sudah selayaknya harus menyertakan kuotasi atau taut sumber sehingga pembaca dapat menelusuri lebih lan­jut. Pada dunia medis sendiri malah ada kaedah kedokteran tersendiri yang berbasis pembuktian (evidence-based medicine) yang tentunya membutuhkan referensi pada setiap apa yang akan diungkapkan.

3. Memberikan Resep Kepada Pasien 

Dalam dunia kedokteran tentunya ada banyak istilah medis. Nah saat Anda akan membuat blog kedokteran maka Anda bisa membuat bahasa yang biasa digunakan oleh pasien dan masyarakat umum sehari-hari dengan penggunaan kodifikasi penyakit atau International Classification of Diseases (ICD).dan dokter harus memberikan resep tersebut kepada pasien agar mereka tau obat-obat apa aja yang dokter kasih kepada mereka.

4. Memperbarui Tulisan Dan Pembuatan Blog

Terakhir, aspek atau unsur yang semestinya ada pada blog kedokteran adalah update konten (tulisan). Agar bisa sukses dengan apa yang ingin Anda capai dalam pembuatan blog jenis ini maka pembaruan konten (tulisan) memang menjadi sesuatu yang tidak bisa sekali-kali ditinggalkan.

Article Categories:
info

Comments are closed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com